Posts

Dosen Itu Kerjanya Cuma Ngajar? Kalau Benar, Mungkin Saya Salah Profesi

  Dosen Itu Kerjanya Cuma Ngajar? Kalau Benar, Mungkin Saya Salah Profesi "Enak ya jadi dosen. Kerjanya cuma ngajar beberapa jam, habis itu pulang." Kalimat itu mungkin termasuk salah satu mitos paling awet di dunia pendidikan tinggi. Umurnya mungkin sudah setua kapur tulis. Bedanya, sekarang kapur sudah diganti proyektor, tetapi anggapan itu masih tetap hidup. Kalau dihitung secara matematis, memang terlihat sederhana. Misalnya seorang dosen mengajar delapan jam dalam seminggu. Dibandingkan jam kerja kantor yang mencapai empat puluh jam, seolah-olah masih ada tiga puluh dua jam tersisa untuk bersantai, nongkrong di cafe atau warung kopi - kalau memang ada dosen yang sempat. Sayangnya, kehidupan nyata tidak sesederhana jadwal kuliah. Mengajar hanyalah bagian yang terlihat oleh mahasiswa. Ibarat pertunjukan teater, itu adalah adegan di atas panggung. Yang tidak terlihat adalah latihan berhari-hari di belakang layar. Sebelum memasuki kelas, dosen harus membaca literat...

Menua dengan Indah: Saat Usia, Ilmu, dan Sajadah Berada dalam Satu Garis Lurus

Ada sebuah hukum alam yang tidak bisa kita negosiasikan: kita semua pasti menua . Kerutan di ujung mata akan muncul, rambut satu dua mulai memutih, dan langkah kaki mungkin tak selincah dulu. Namun, ada satu hukum karakter yang seharusnya berjalan beriringan dengan waktu: semakin bertambah angka usia, semakin matang dan bijak pula jiwanya. Dalam perjalanan hidup, menua itu kepastian, tetapi menjadi bijak dan taat adalah pilihan perjuangan. Makna Bijak dalam Kacamata Seorang Muslim Bagi seorang Muslim, bertambahnya usia bukan sekadar tentang merayakan sisa umur, melainkan tentang mendekati garis finish. Rasulullah ﷺ pernah bersabda bahwa sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalannya. Ketika usia berkepala 3, 4, 5, atau seterusnya, "menu" spiritual kita seharusnya sudah berubah: Dari Ambisi ke Ambisius Akhirat: Jika di usia muda kita mengejar dunia seolah kita hidup selamanya, di usia matang fokusnya bergeser pada persiapan "pulang...

Menjelang midtest matkul filsafat

Suasana riuh, pada sibuk berdiskusi ttg kemungkinan soal2 yang akan ditanyakan nanti. Sebenarnya saya ga begitu suka dengan suasana ini, gabuk gitu kesannya..terlalu anak sma, terlalu anak s1 juga..ga kerenlah di Mata saya. Mr. M yg di sebelah saya ini misalnya..dari tadi mengemukakan banyak pendapatnya, suaranya keras pula tuh. *sebel. Atau jngan2 sayanya yg kurang menguasai materi Kali ya.. Hihi... *kayanya sich.. Jadi menganggap orng lain gabuk padahal bisa jadi Karena kurang bisa ikut terlibat dalam diskusi tersebut. What can we say 😜
sepinya kampus.. saya malah suka dengan situasi kampus yang sepi seperti sekarang. karena mahasiswa baru selesai final, kampus baru akan aktif kembali maret mendatang. tapi saya dan beberapa staf tetap aktif karena biro rektor tempat saya bekerja tidak mengenal istilah libur. Saya menikmati keadaan sepi seperti ini karena terasa lebih nyaman bekerja..santai..dan damaai begitu. Apalagi oki, teman sekantor saya memutar lagu blues sky colaps.. membuat suasana semakin damai sedamai-damainya.. :)

sometimes

KADANG-KADANG kadang biasa saja menganggap sesuatu dengan sebelah mata kadang terasa begitu luar biasa sampai terasa sakit saat terlalu menganggap seperti saat ini... aku terlalu menganggap mengganggap mereka sangat memahamiku.. padahal tidak mengganggap mereka memperhatikanku.. padahal tidak menganggap mereka sangat sayang padaku.. padahal tidak tapi.. saat perasaan biasa datang lagi aku bahkan lupa kalau pernah sakit karena salah mengganggap

guru yang ga disuka dan guru yang disuka

kriteria guru seperti apa sich yang ga disuka siswa? saya memperolah jawaban yg berbeda saat menginterview siswa-siswa kelas XI IA1 dan XI IA2 SMAN 1 Sigli, saya mengajar biologi di kelas mereka. 1. Cara mengajar adalah jawaban terbanyak yang mereka berikan. Gurunya ngajarnya diskusi mulu, bosan kami bu.. keluh Cut Yulia, salah seorang siswa. iya..harusnya ngajarnya bervariasi gitu, dan sekali-sekali diselingi dengan game/permainan juga, Kana salah seorang siswa lainnya menimpali. 2. Selain cara mengajar, penguasaan materi ajar oleh guru juga sangat penting. Guru yang kurang menguasai materi ajar akan membuat siswa menjadi malas untuk memperhatikan dan pada akhirnya akan membuat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas menjadi tidak sukses. Rizki Phonna, seorang siswa mengatakan dia dan kawan-kawannya menjadi malas belajar kalau ada guru saat mengajar sangat tergantung dengan buku; masa ngajarnya selalu liat buku, apa yang disampaikan hanya dari buku, tidak ada tambahan pengetahu...

hmmmmmm....

br selesai seminar proposal mahasiswa tadi, dugaanku banyak mahasiswa yang harus mengikuti seminar proposal ulang, karena proposal mereka kurang layak2 gt deh.. ups..tp ternyata seniorku... the mr.prof mengomentari: bagus.bagus.. oke nie...boleh...boleh..lanjut..lanjut..duduk.. next student... duh... padahal saya dah ngebayangin gmn2..gt.. atau..malah juniornya yang rada2 oon.. ?????