Dosen Itu Kerjanya Cuma Ngajar? Kalau Benar, Mungkin Saya Salah Profesi
Dosen Itu Kerjanya Cuma Ngajar? Kalau Benar, Mungkin Saya Salah Profesi "Enak ya jadi dosen. Kerjanya cuma ngajar beberapa jam, habis itu pulang." Kalimat itu mungkin termasuk salah satu mitos paling awet di dunia pendidikan tinggi. Umurnya mungkin sudah setua kapur tulis. Bedanya, sekarang kapur sudah diganti proyektor, tetapi anggapan itu masih tetap hidup. Kalau dihitung secara matematis, memang terlihat sederhana. Misalnya seorang dosen mengajar delapan jam dalam seminggu. Dibandingkan jam kerja kantor yang mencapai empat puluh jam, seolah-olah masih ada tiga puluh dua jam tersisa untuk bersantai, nongkrong di cafe atau warung kopi - kalau memang ada dosen yang sempat. Sayangnya, kehidupan nyata tidak sesederhana jadwal kuliah. Mengajar hanyalah bagian yang terlihat oleh mahasiswa. Ibarat pertunjukan teater, itu adalah adegan di atas panggung. Yang tidak terlihat adalah latihan berhari-hari di belakang layar. Sebelum memasuki kelas, dosen harus membaca literat...